Soe Hok Gie
Beberapa hari yang lalu (kalo ga salah hari Minggu), saya menonton film Gie, sebuah film yang menceritakan tentang tokoh perjuangan mahasiswa melawan tirani, Soe Hok Gie. Not much to tell from this movie except that 7 Billion Rupiah (7 Miliar) is well spent for it. Set yang ditampilkan oleh Gie, walaupun bersudut sempit, sangat menampilkan aroma Jakarta tahun 60-an (bukan berarti gw pernah hidup di Jakarta taun segitu loh).
Akting yang ditampilkan oleh Nicholas Saputra, Wulan Guritno, Sita, dan juga banyak aktor - aktris lainnya sangat memukau. Karena alasan yang sangat jelas (nanti saya akan tulis tentang hal ini), perbedaan kualitas akting aktor - aktris Indonesia di layar lebar lebih mumpuni bila dibandingkan dengan aktor - aktris sinetron. Bahkan bisa dibilang, film ini merupakan salah satu film Indonesia dengan proses casting yang paling detail dan konsisten.
Pada film ini, Gie ditampilkan mulai dari umur 14 tahun, sebuah usia yang tampaknya akan terlalu tua bila diperankan oleh Nicholas Saputra. Tetapi ya itu tadi, berkat proses casting yang oke punya, tokoh Gie 14 tahun diperankan oleh seorang aktor yang amat sangat mirip Nicholas (ga tau namanya siapa, ntar dicari tau). Bahkan saking detailnya, Mira Lesmana dapat membuat kedua aktor ini (Nico sama bocah 14 taun tadi) memiliki gaya jalan yang sama (mungkin sama dengan gaya jalan Soe Hok Gie?)
Yup, memang entry ini lebih banyak bercerita tentang filmnya itu sendiri karena jujur aja, gw ga kenal siapa Soe Hok Gie sebelum ada film ini. Buku - bukunya pun baru baca sekilas - sekilas aja dan ga ada niatan (dulu) untuk membaca lebih lanjut.
Mungkin nanti deh bakalan ada postingan tambahan setelah gw baca bukunya beliau…



aktingnya Nico bagus ya? salut deh sama Nico, nggak cuma modal tampang (yang kebetulan emang cakep bangeD :P)
aku blom nonton.. well, to be honest sejak ada Naila hampir gak pernah nonton di bioskop :).